Total Tayangan Halaman

Sabtu, 20 Mei 2023

Lokakarya Orientasi CGP A 8

Lokakarya Orientasi Guru Penggerak di SMPN 13 Mataram Membangun Motivasi dan Kompetensi Pendidik




Mataram, 13 Mei 2022 - SMPN 13 Mataram menggelar Lokakarya Orientasi Guru Penggerak dengan tujuan meningkatkan motivasi dan kompetensi para pendidik terutama Calon Guru Penggerak Angkatan 8. Acara yang berlangsung pada hari ini diikuti oleh Seluruh Calon Guru Penggerak beserta Kepala Sekolahnya dan beberapa Pengawas Sekolah di wilayah Kota Mataram.


Lokakarya Orientasi Guru Penggerak di SMPN 13 Mataram merupakan salah satu upaya dalam memperkuat profesionalisme dan kualitas pendidikan di daerah ini. Acara ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran dan tanggung jawab seorang guru penggerak dalam dunia pendidikan.


Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 pagi di aula utama SMPN 13 Mataram. Para peserta lokakarya diberikan kesempatan untuk mendengarkan presentasi dari Pengajar Praktik yang sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk mendampingi CGP di daerah tersebut. Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan Program Guru Penggerak, Mengidentifikasi Posisi Diri, Membuat Rencana Pengembangan diri, Membuat Komitmen antara CGP dengan Kepala Sekolah dan dan terakhir adalah pengenalan Portofolio Digital sebagai bagian dari pengembangan diri. 


Selain presentasi, lokakarya ini juga memberikan kesempatan bagi para CGP untuk berbagi pengalaman dan best practice mereka dalam menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Diskusi dan kolaborasi antar peserta menjadi salah satu kegiatan yang menarik dalam lokakarya ini.


Kepala BGP atau kalo ini diwakili oleh Irham, M.Pd mengungkapkan, "Lokakarya Orientasi Guru Penggerak ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan NTB. Kami berharap Kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tugas dan peran seorang guru penggerak, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif di dunia pendidikan."


Para peserta lokakarya sangat antusias dengan acara ini, mereka merasa terinspirasi dan semakin termotivasi untuk menjadi pendidik yang lebih baik. Mereka berharap bahwa pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh dari lokakarya ini dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, sehingga memberikan dampak yang positif bagi perkembangan Peserta Didik.


Lokakarya Orientasi Guru Penggerak di SMPN 13 Mataram diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam mendorong inovasi dan perubahan positif di dunia pendidikan di wilayah ini. Dengan semangat baru dan pemahaman yang lebih baik, para guru penggerak diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkompeten, dan berintegritas. 


Sekolah-sekolah di Mataram juga diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik yang diperoleh dalam lokakarya ini melalui pengembangan, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang lebih baik di kota ini. Balai Guru Penggerak dan Sekolah-sekolah di kota Matatam berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan sejenis guna meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang Berpihak Pada Murid.






Literasi Quran Setiap Pagi

SMK Negeri 7 Mataram Menggelar Kegiatan Literasi Al-Quran Setiap Pagi



Mataram, 21 Mei 2023


SMK Negeri 7 Mataram, sebuah lembaga pendidikan menengah kejuruan di Kota Mataram, NTB, telah melaksanakan kegiatan literasi Al-Quran yang diadakan setiap pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Al-Quran, serta mengkultivasi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam diri mereka.


Kegiatan literasi Al-Quran di SMK Negeri 7 Mataram ini menjadi rutinitas yang dijalankan setiap pagi sebelum memulai jam pelajaran. Seluruh siswa dari berbagai jurusan dan tingkat kelas berkumpul di aula sekolah untuk membaca dan mempelajari Al-Quran. Kegiatan ini dipandu oleh guru agama dan pendidikan agama yang berkompeten dalam bidang tersebut.


Selama sesi literasi Al-Quran, para siswa diajak untuk membaca Al-Quran dengan tajwid yang baik dan memahami makna serta pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Mereka juga diberikan penjelasan tentang konteks sejarah dan relevansi ayat-ayat Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.


Selain membaca Al-Quran, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok tentang tema-tema yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran tersebut. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bertukar pendapat dan memperluas pemahaman mereka tentang pesan-pesan keagamaan dan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Al-Quran.


Kegiatan literasi Al-Quran di SMK Negeri 7 Mataram juga melibatkan siswa dalam menghafal surah-surah pendek dan memperbaiki bacaan mereka secara individu. Guru-guru agama memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa-siswa dalam proses penghafalan dan perbaikan tajwid mereka.


Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Mataram, Bapak M. Zulkarnain, SE,MM menyatakan kebanggaannya terhadap implementasi kegiatan literasi Al-Quran ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga membantu dalam membentuk karakter mereka yang kuat dan memiliki kebangsaan yang tinggi.


Diharapkan bahwa kegiatan literasi Al-Quran yang diadakan setiap pagi di SMK Negeri 7 Mataram dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang positif bagi siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang Al-Quran, siswa diharapkan dapat menjadi individu yang memiliki kekuatan spiritual dan kebangsaan yang kokoh, serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Rapat Kordinasi PGP A 8

Berita Terkini:

Suksesnya Rapat Koordinasi Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 di Hotel Aruna, Nusa Tenggara Barat





Nusa Tenggara Barat, 12 Mei 2023 - Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat menggelar rapat koordinasi pendidikan guru penggerak Angkatan 8 di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat. Rapat ini dihadiri oleh puluhan pemangku kepentingan, dibidang Pendidikan, Mereka terdiri dari Kepala Dinas Dikbud Prov. NTB, KCD Seluruh Kabupaten Kota, Kabid GTK, Fasilitator Guru Penggerak, dan Pengajar Praktik Guru Penggerak yang berasal dari berbagai wilayah di provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan utama Rapat ini adalah untuk memperkuat koordinasi antar Seluruh Pemangku Kepentingan dalam Pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8.


Rapat yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 9 sampai dengan 11 Mei ini menjadi platform penting bagi para peserta kegiatan untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman mereka tentang pendidikan. Dalam sambutannya, Kepala Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat, Drs Suka, M.Pd menyampaikan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah ini melalui peran aktif para guru penggerak dibawah asuhan Fasilitator dan Pengajar Praktik.


Pada sesi pertama rapat, panitia menampilkan keberhasilan-keberhasilan Guru Penggerak berupa proyek-proyek inovatif yang telah mereka laksanakan di sekolah-sekolah mereka. Informasi ini memberikan wawasan yang berharga tentang praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum Merdeka, metode pengajaran, serta upaya meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.


Selain itu, rapat juga mencakup diskusi panel dengan tema-tema seperti penerapan teknologi dalam pendidikan, peningkatan kompetensi guru, dan peningkatan kolaborasi antara guru penggerak di wilayah melalui komunitas. Para peserta dengan antusias terlibat dalam diskusi dan berbagi pengalaman serta ide-ide inovatif yang dapat diterapkan di Dunia Pendidikan.


Rapat ini juga menjadi kesempatan bagi Balai Guru Penggerak Nusa Tenggara Barat untuk mengumumkan program baru yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru penggerak dalam menghadapi tantangan dan perubahan di dunia pendidikan yang terus berkembang.


Pada penutupan rapat, Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua peserta atas kontribusi mereka dalam menjadikan rapat ini sukses. Beliau juga mengajak para Pemangku Kepentingan untuk terus berkolaborasi dan berbagi pengetahuan guna meningkatkan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Barat.


Rapat koordinasi pendidikan guru penggerak Angkatan 8 di Hotel Aruna ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya kerjasama yang erat antara para Stakeholder, diharapkan akan tercipta lingkungan belajar yang lebih baik dan mampu mencetak generasi yang cerdas dan berkualitas.

Rabu, 17 Mei 2023

Cerpen "Belenggu Adat"

"BELENGGU ADAT"




Di sebuah desa kecil yang terletak di pedalaman, hiduplah seorang gadis bernama sinta. Desa itu dikenal karena memegang teguh adat dan tradisi mereka. Meskipun Sinta adalah gadis yang penuh semangat dan ingin menjelajahi dunia luar, dia terjebak dalam belenggu adat yang kuat.


Sinta adalah anak tunggal dari keluarga yang sangat konservatif. Ayahnya, Bambang, adalah kepala desa yang menganggap adat sebagai segalanya. Ia percaya bahwa mematuhi tradisi mereka adalah kunci keberhasilan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, Sinta dibesarkan dalam keterbatasan, terikat oleh aturan yang ketat.


Hampir setiap aspek kehidupan Sinta dikendalikan oleh adat. Ia tidak diizinkan untuk belajar di luar desa, bepergian, atau mengejar cita-citanya sendiri. Ia hanya diperbolehkan melakukan apa yang dianggap pantas bagi seorang gadis desa: membantu ibu di rumah, belajar membuat kain tradisional, dan menunggu pernikahan yang telah diatur oleh orang tua.


Meskipun Sinta merasa terjebak dalam belenggu adat, ia tidak menyerah pada takdirnya. Di dalam hatinya, ia selalu merasa ada dunia yang lebih luas di luar sana. Suatu hari, saat Bambang sedang menghadiri pertemuan adat di desa tetangga, Sinta memutuskan untuk berani melangkah keluar dari batasan yang diberikan padanya.


Dengan hati yang berdebar, Sinta melarikan diri dari desa. Ia bertemu dengan seorang guru muda yang sedang melakukan penelitian tentang budaya di daerah itu. Guru itu, bernama Arjuna, merasa terinspirasi oleh keberanian dan semangat Sinta untuk melawan belenggu adat.


Arjuna dan Sinta menjelajahi dunia di luar desa. Mereka belajar tentang budaya dan tradisi dari tempat-tempat yang berbeda, serta mengalami kehidupan yang bebas. Sinta merasa bersemangat dan hidup kembali, merasakan kebebasan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Namun, ketika kabar tentang kepergian Sinta mencapai desa, Bambang marah besar. Ia menganggap Sinta telah menghina adat dan kehormatan keluarga mereka. Bambang bersumpah akan membawa Sinta kembali dan menghukumnya sesuai dengan hukum adat.


Sementara itu, Sinta dan Arjuna mengunjungi sebuah festival budaya yang mengagumkan. Mereka melihat keindahan dan keberagaman di dunia luar, serta menyadari bahwa adat dan tradisi bukanlah sesuatu yang harus menjadi belenggu, tetapi warisan yang berharga yang dapat dihormati dan dijalani dengan bijaksana.


Ketika Bambang tiba di festival itu, ia melihat betapa bahagianya Sinta dan bagaimana keberanian dan semangatnya telah membawa perubahan positif dalam hidupnya. Dengan hati yang lembut, Bambang menyadari bahwa belenggu adat yang ia pegang begitu erat telah membatasi putrinya dan menghalangi kemampuan Sinta untuk tumbuh dan berkontribusi pada masyarakat dengan caranya sendiri.


Bambang meminta maaf kepada Sinta dan memutuskan untuk membuka pikirannya terhadap perubahan. Ia mengambil langkah pertama dalam mendorong kebebasan dan inovasi di desanya, sambil tetap menghormati akar budaya mereka.


Dalam cerita ini, Sinta mengatasi belenggu adat dengan keberanian dan ketekunan. Ia memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya menghormati tradisi, sambil tetap membebaskan dirinya untuk mengeksplorasi dan berkembang. Cerita ini mengajarkan kita pentingnya menggabungkan kekayaan budaya dengan kesempatan untuk tumbuh dan mengubah diri, menciptakan masyarakat yang berakar kuat dalam nilai-nilai warisan mereka sambil memberikan ruang bagi individu untuk mengejar jalan mereka sendiri.

Minggu, 14 Mei 2023

Laporan Kegiatan Lokakarya Orientasi Guru Penggerak Angkatan 8

 Laporan Kegiatan Lokakarya Orientasi Guru Penggerak Angkatan 8


Tanggal: 13 Mei 2023

Tempat: SMPN 13 Mataram


I. Pendahuluan

Pada tanggal 13 Mei 2023  telah dilaksanakan lokakarya orientasi guru penggerak di SMPN 13 Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh 39 peserta yang terdiri dari guru penggerak, kepala sekolah, dan perwakilan Dinas Pendidikan daerah. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran dan tugas guru penggerak dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah.


II. Rangkaian Kegiatan

Lokakarya orientasi guru penggerak ini dilaksanakan dalam beberapa sesi dengan topik yang berbeda. Berikut adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan:


Pembukaan

Acara dibuka oleh Kepala bidang GTK Kota Mataram, yang menyampaikan sambutan dan tujuan dari lokakarya ini. Kemudian, dilanjutkan dengan pengenalan peserta dan pembagian kelompok kerja.


Setelah pembukaan kelas kemudian di bagi dua kedalam 2 ruang.


Didalam Ruang masing - masing PP menyampaikan Materi sesuai Susunan Kegiatan lokakarya Orientasi yang sudah ada. diantaranya peran dan tugas guru penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tentang guru penggerak, harapan dan kekhawatiran, Posisi diri, penjelasan mengenai peran mereka dalam memfasilitasi pembelajaran, mengidentifikasi hambatan pembelajaran, dan memberikan bimbingan kepada guru lain.


Acara ditutup dengan sesi refleksi, di mana peserta mengulas kembali materi yang telah disampaikan. Selain itu, dilakukan juga evaluasi kegiatan oleh peserta untuk mendapatkan umpan balik terkait penyelenggaraan lokakarya.


III. Hasil dan Kesimpulan

Lokakarya orientasi guru penggerak ini berhasil memberikan pemahaman yang mendalam tentang orientasi peran dan tugas guru penggerak dalam kegiatan selanjutnya dan dunia pendidikan.

Jumat, 12 Mei 2023

Bagaimana guru penggerak seharusnya bersikap?

 Bagaimana guru penggerak seharusnya bersikap?


Seorang guru penggerak seharusnya bersikap sebagai sumber inspirasi, pendukung, dan pembimbing bagi para siswa. Berikut adalah beberapa sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru penggerak:


Memotivasi dan Menginspirasi: Seorang guru penggerak harus mampu memotivasi dan menginspirasi para siswa untuk meraih potensi terbaik mereka. Mereka harus memberikan contoh positif dan membangkitkan semangat serta keinginan untuk belajar.


Menghargai dan Menghormati: Guru penggerak harus menghargai dan menghormati setiap individu di kelasnya. Mereka harus memperhatikan kebutuhan, keunikan, dan bakat masing-masing siswa, serta memberikan pengakuan atas prestasi mereka.


Mendorong Pertumbuhan: Seorang guru penggerak harus fokus pada perkembangan dan pertumbuhan pribadi siswa. Mereka harus memberikan tantangan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan membantu mereka mengatasi hambatan yang mungkin mereka hadapi. Guru penggerak juga harus memberikan umpan balik konstruktif dan membantu siswa mengembangkan potensi mereka.


Mendengarkan dengan Empati: Guru penggerak harus menjadi pendengar yang baik. Mereka harus mendengarkan dengan empati, memahami kekhawatiran, kebutuhan, dan masalah yang dihadapi siswa. Dengan memahami siswa secara menyeluruh, guru penggerak dapat memberikan dukungan yang tepat dan solusi yang sesuai.


Membangun Hubungan yang Positif: Guru penggerak harus menciptakan iklim kelas yang positif dan inklusif. Mereka harus menjalin hubungan yang baik dengan para siswa, membangun kepercayaan, dan menjaga komunikasi yang terbuka. Dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, guru penggerak dapat membantu siswa belajar dengan lebih baik.


Menjadi Teladan: Sebagai guru penggerak, penting untuk menjadi teladan yang baik bagi siswa. Guru harus menunjukkan integritas, etika kerja yang baik, dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjadi teladan yang baik, guru penggerak dapat menginspirasi siswa untuk mengembangkan nilai-nilai yang baik dan perilaku yang positif.


Sikap-sikap di atas mencerminkan peran seorang guru penggerak yang ingin mendorong perkembangan dan kesuksesan siswa. Dengan sikap yang tepat, guru penggerak dapat memberikan pengaruh positif yang berkelanjutan dalam kehidupan siswa.

Hari Guru Nasional di SMKN 7 MATARAM